Pringsewu,www.lensamedia.net – Lantunan Solawat dengan seribu kencering, hadroh, istighozah dan kenduri, menjadi rangkaian kegiatan bersih desa sekaligus memperingati tahun baru 1441 hijriah, di Pekon Banyumas Kecamatan Banyumas.
Kegiatan yang di mulai hari Rabu hingga Kamis (25-26/9/19), berlangsung meriah dan di hadiri ratusan tokoh masyarakat setempat. Puncaknya akan di gelar pertunjukan wayang kulit pada Kamis malam, dengan Ki Dalang Muryanto dari Lampung Tengah dengan lakon Gatutkaca wisuda. Rencananya pagelaran wayang kulit akan di hadiri oleh Bupati Pringsewu H. Sujadi.
Kepala Pekon Banyumas Wasino saat di konfirmasi di sela-sela istighosah, Kamis (26/9) menyatakan kegiatan suroan merupakan naluri adat dari pendiri pekon Banyumas, yang sudah berjalan puluhan tahun sejak 1950 yang lalau. “Saat ini usia Pekon Banyumas sudah mencapai 69 tahun,” ungkapnya.
Hikmahnya dari acara suroan kata Wasino, bahwa kita harus bersyukur, karena dengan bersyukur Allah akan menambah nikmat dan jika kufur maka akan mendapat azab. Intinya kata Wasino, semua jajaran masyarakat dan aparat pekon harus bersatu,dan sehingga bisa mewujudkan Banyumas maju dan berkembang.
Pelantikan Aparat Pekon.
Pada acara suroan, juga di lakukan pelantikan 11 aparat pekon yang di lakukan oleh Kepala Pekon.setempat Wasino.
Pelantikan yang berlangsung pagi hari, berlangsung hikmad. Ke 11 aparat pekon yang di lantik: Juru Tulis (carek) Ahmad Hamdani, Kasi Pemerintahan Nurwahid, Nurfi Ahmadi, Kasi Kesejahteraan Rakyat Teguh Yuwono, Kasi Pelayanan Gunanjar, Kaur Perencanaan Diskamona Kaforina, Kaur Keuangan Ni Matul Koriyah dan staf, kemudian Kadus I Margianto, Kadus I Hari Wibowo, Kadus III Paryono, Kadus IV Haryanto…(yud)
