Pringsewu,www.lensamedia.net – Musik cetik Lampung dari Tim Pengerak PKK Kabupaten Pringsewu dan Tari Kletekan Pekhing dari SDN 1 Pringsewu Selatan tampil memukau di panggung Internasional West Java Festival 2019 di Gedung Sate, Bandung beberapa waktu lalu.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pringsewu, Rustiyan mewakili kepala Disdikbud Pringsewu, Drs. Heri Iswahyudi mengatakan pada West Java Festival 2019 di Bandung menampilkan Musik cetik Lampung dari Tim Pengerak PKK Kabupaten Pringsewu dan Tari Kletekan Pekhing dari SDN 1 Pringsewu Selatan pada, Minggu (3/11) lalu.
“Musik Cetik Lampung dari Tim Penggerak PKK kabupaten Pringsewu berjumlah 20 orang dengan membawakan 5 lagu daerah. Kemudian untuk tari Kletekan Pekhing terdiri 4 penari dan 5 orang pemain musik, ” Ungkap Rustiyan kepada Radar Tanggamus diruang kerjanya, Rabu (6/11).
Dijelaskan Rustiyan, bahwa tari Kletekan Pekhing mengambarkan sebuah tari yang menggambarkan keceriaan anak-anak dalam bercanda dan bermain bersama. Mereka bermain pada malam hari, dengan menggunakan obor sebagai penerangan. Anak-anak tersebut memainkan permainan dengan menggunakan Kletekan Pekhing, yaitu bilah bambu yang diisi batu-batu
kecil sehingga menimbulkan sumber Bunyi.
“Seorang orang anak yang
mendapat giliran jaga, mencari teman lainnya yang bersembunyi dengan
membunyikan Kletekan Pekhing. la mencari sumber suara yang dibunyikan
oleh anak-anak lainnya yang sedang bersembunyi, ” Kata dia.
Lanjut Rustiyan, selain di West Java Festival 2019 Musik cetik Lampung dari Tim Pengerak PKK Kabupaten Pringsewu dan Tari Kletekan Pekhing dari SDN 1 Pringsewu Selatan juga tampil pada acara Begawi Adat 2019 yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Lampung (Permala) Telkom University bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Lampung-Bandung (IKLB) dan Disdikbud Pringsewu di Telkom University, Bandung pada, Sabtu (2/11) Malam Minggu.
“Tujuaan kita ikuti menampilkan pada acara Begawi Adat dan West Java Festival ini merupakan upaya pengenalan budaya Lampung yang ada di kabupaten Pringsewu kepada masyarakat Bandung.
Sehingga, kita berharap nantinya Pringsewu bisa dikenal seluruh nusantara, mau sampai mancanegara,”harapnya. (Mul)
