Pesawaran, www.lensamedia.net – Proyek pembangunan dinding tanggul Daerah Aliran Sungai yang memakan biaya milyaran rupiah di Keluhkan Oleh Masyarakat, Bumi Andan Jejama diduga dikerjakan asal-asalan. Pembangunan yang dikerjakan tahun 2018 itu dibiarkan begitu saja oleh dinas Pu sudah roboh hingga mencapai ratusan meter Selasa (10/12/19)
Dinding tanggul yang roboh itu posisinya berdekatan, di sepanjang dinding juga terdapat banyak retakan yang berpotensi roboh kembali.
Kepala Dinas PU, Kabupaten Pesawaran, Zainal Fikri Di hubungi Melalui Pesan WhatsApp saat ini belum dapat dikonfirmasi mengenai robohnya tanggul tersebut,
Pantauan Lensa Media,Net di lapangan, pembangunan tanggul yang bertujuan untuk menghindari banjir tidak berjalan sesuai rencana, diduga kontruksi bangunan yang tidak sesuai standar berakibat robohnya tanggul yang di bangun tahun 2018 dan dibiarkan begitu saja oleh Dinas PU dikeluhkan oleh masyarakat Bumi Andan Jejama tersebut. Tanggul ini dibangun dengan batu bata biasa, dan di tengah coran tidak ada kerangka besi, hanya ada kayu – kayu yang di tancapkan di tengah dinding tanggul yang ikut roboh. Dengan robohnya tanggul tersebut kembali berpotensi banjir saat musim hujan
Tati (30) salah satu warga Desa Umbul limus Kecamatan Marga Punduh menceritakan, robohnya tanggul tersebut sebenarnya telah terjadi satu (1) tahun tapi dibiarkan begitu saja, ketika tengah malam, yang ia dengar waktu itu suara dentuman akibat robohnya dinding tanggul sepanjang 500 meter tersebut terjadi bersamaan dan waktu itu tidak ada pasang air dan dalam keadaan banjir. setelah pagi ia cek ternyata ada dua titik yang roboh, ia menduga robohnya dinding tanggul bukan karena pasang karena saat itu sedang musim hujan tapi karena kontruksi yang kurang baik.
“Saya tidak tahu pasti, saat itu saya sedang tidur, tiba-tiba ada suara dentuman, ketika pagi saya lihat ternyata tanggul itu yang roboh,” ujarnya (Adi).
