Tulang Bawang, Lensa Media – Belum lama disorot tajam karena tidak memiliki papan informasi (Proyek Siluman) dan diduga dikerjakan asal jadi, proyek rabat beton bahu jalan di Jalan Etanol, Kecamatan Banjar Agung, kini mulai menunjukkan tanda-tanda kegagalan konstruksi secara visual.
Berdasarkan pantauan kamera wartawan Lensa Media di lokasi pada Selasa pagi (13/01/2026) pasca wilayah tersebut diguyur hujan, terlihat jelas kualitas drainase dan perataan permukaan (levelling) beton sangat buruk.
Genangan Air: Sinyal Bahaya
Dalam dokumentasi visual tersebut, air hujan tampak tidak mengalir ke saluran drainase, melainkan menggenang (terjebak) tepat di garis sambungan (joint) antara aspal lama dan coran beton bahu jalan yang baru.
Menanggapi temuan visual pagi ini, Ketua DPW Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (BAIN HAM RI) Provinsi Lampung, Ferry Saputra, YS, SH., C.MK, angkat bicara. Ia menyebut genangan tersebut adalah bukti nyata bahwa teknis pengerjaan di lapangan sangat amatiran.
“Foto pagi ini membuktikan kekhawatiran saya. Air yang menggenang di sambungan itu bukan masalah sepele. Itu indikasi kemiringan jalan salah. Lebih bahaya lagi, air itu akan meresap ke bawah (seepage) melalui celah sambungan,” tegas Ferry.
Ancaman Ambles di Depan Mata
Ferry Saputra, YS, SH., C.MK, menjelaskan secara teknis dampak dari genangan tersebut. Jika benar dugaan bahwa proyek tersebut tidak menggunakan Tie Bar (Besi Pengikat), maka air yang meresap akan melunakkan tanah dasar (subgrade).
“Tanahnya jadi bubur karena air masuk lewat celah itu. Karena betonnya tidak diikat ke jalan utama (tanpa Tie Bar) dan tidak ada tulangan (Wiremesh), maka saat truk lewat dan menginjak bagian yang tanahnya lunak itu, beton pasti akan patah dan ambles. Ini tinggal menunggu waktu saja,” paparnya membedah fakta lapangan.
Tetap Tanpa Identitas
Selain masalah teknis yang mulai terlihat, hingga Selasa pagi ini di sepanjang lokasi proyek tetap tidak ditemukan satu pun Papan Informasi Proyek.
“Ini sudah perawatan tapi statusnya masih ‘gelap’. Dinas PUPR Tulang Bawang seakan menantang publik dengan tetap menyembunyikan identitas proyek dan nilai anggarannya, padahal kualitas pekerjaannya sudah terlihat meragukan seperti di foto itu,” tutup Ferry.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR belum pernah memberikan klarifikasi beberapa berita Lensa Media terkait beberapa paket proyek yang diduga asal jadi dan tidak berkwalitas.(HANDRI)

