Featured

Proyek Rp 2 Miliar Ruas Tri Dharma Wirajaya Jadi Sorotan: Beton Patah, Lubang Jembatan Diabaikan, Hingga Dugaan Penjualan Sisa Material

Tulang Bawang, Lensa Media – Infrastruktur jalan sejatinya adalah urat nadi kehidupan bagi jutaan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang. Namun, komitmen Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang beserta pihak rekanan dalam menjaga kualitas pembangunan kini dipertanyakan besar. Alih-alih memberikan bangunan yang kokoh demi kenyamanan warga, pengerjaan di lapangan justru terkesan asal-asalan, seolah menutup mata terhadap standar teknis demi mengejar keuntungan semata. Ketidakpedulian ini bukan hanya pemborosan anggaran negara, melainkan bentuk pengabaian terhadap keselamatan ribuan warga yang melintasi jalur tersebut setiap harinya.

Kondisi memprihatinkan ini terlihat jelas pada proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Tri Dharma Wirajaya, yang melintasi perbatasan Kampung Tri Dharma Wirajaya, Moris Jaya (Kecamatan Banjar Agung), serta Kampung Suka Maju dan Kampung Agung Dalam (Kecamatan Banjar Margo). Proyek yang dikerjakan oleh CV. KARYA PAKARANNU dengan nilai pagu fantastis mencapai Rp 2 Miliar ini ditemukan dalam kondisi rusak parah meski belum lama selesai dikerjakan.

Fakta Lapangan: Retak Parah Hingga Genangan Air
Berdasarkan pantauan wartawan Lensa Media di lokasi pada Jumat (23/01/2026), perkerasan kaku atau cor beton pada bahu jalan tersebut sudah mengalami keretakan hebat hingga patah ke dasar beton. Kerusakan yang terjadi sangat rapat sehingga selain membahayakan pengendara, juga sangat tidak sedap dipandang mata.

Pemandangan paling miris ditemukan di seputaran Jembatan Suka Menanti. Terdapat genangan air yang cukup dalam di dua sisi badan jalan tepat di pangkal jembatan. Lubang besar yang menganga di area jembatan tersebut dibiarkan begitu saja tanpa tersentuh perbaikan beton, padahal area tersebut merupakan titik krusial bagi kekuatan struktur jalan dan jembatan.

Kesaksian Warga: Material Diduga Dijual Oknum

Salah seorang warga di sekitar jembatan yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan keheranannya atas pola kerja kontraktor. Menurutnya, terdapat kejanggalan saat pengerjaan terakhir di ujung ruas jalan tersebut.

“Kok aneh ya pak, sudah dibangun anggaran miliaran tapi lubang besar di dua sisi jembatan ini malah tidak dicor beton sekalian. Padahal saat pengerjaan terakhir, ada sisa material cor yang lumayan banyak. Bukannya dipakai untuk menambal lubang ini, malah diduga dijual,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Warga tersebut bahkan mengajak wartawan melihat langsung bukti sisa material cor beton yang diduga dibeli oleh masyarakat seharga Rp 500 ribu. “Yang saya tahu ada dua warga di sini yang beli sisa cor itu, kalau yang lain saya tidak tahu,” tambahnya.

Dugaan Pelanggaran Teknis

Lebih lanjut, warga tersebut menilai pengerjaan bahu jalan ini jauh dari standar konstruksi yang baik. Berdasarkan pengamatannya selama proses pembangunan, batu base yang menjadi pondasi dasar bahu jalan sangat tipis dan kurang pemadatan.

“Pondasi dasarnya tipis sekali dan sepertinya tidak pakai besi sama sekali. Pantas saja sekarang sudah banyak yang retak dan patah sampai ke bawah,” tegasnya.

Secara teknis, perkerasan beton tanpa penguatan besi dan pondasi yang labil memang akan sangat mudah mengalami kegagalan struktur (structural failure), apalagi pada area perbatasan kampung yang sering dilalui kendaraan bermuatan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV. KARYA PAKARANNU maupun dinas terkait belum dapat dikonfirmasi mengenai temuan kerusakan dan dugaan penjualan material sisa di lapangan.(HANDRI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LENSA MEDIA adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp. 085267923352
E-mail : redaksi.lensamedia@gmail.com

STATISTIK PENGUNJUNG

To Top