LAMPUNG TIMUR, Lensa Media – Tingkat kepercayaan publik terhadap wakil rakyat di parlemen tampaknya sedang berada di titik nadir. Janji-janji manis saat pemilu seringkali menguap begitu kursi kekuasaan didapat. Warga, yang lelah dengan retorika, kini menuntut bukti nyata di lapangan, bukan sekadar kunjungan seremonial yang berakhir tanpa solusi konkret.
Sikap skeptis dan sinis inilah yang menyambut kedatangan Anggota Komisi V DPR RI, Ir. H. Hanan A. Rozak, M.S., saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) meninjau lokasi jembatan mangkrak di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, pada Senin (02/02/2026).
Respons Cepat Tanggapi Keluhan Siswa
Hanan Rozak, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, menegaskan kehadirannya adalah respons langsung atas viralnya keluhan masyarakat, khususnya perjuangan siswa sekolah yang harus bertaruh nyawa melintasi sungai dari Kali Pasir ke Tanjung Tirto.
“Saya selaku anggota DPR RI dari Dapil Lampung 2 ini sengaja ambil waktu ke sini menanggapi berita dan keluhan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” ujar Hanan dalam keterangan persnya di lokasi, seperti dikutip dari tayangan video di akun Facebook Abdul Rohman, SH.
Dorong Solusi Darurat Jembatan Gantung
Dalam tinjauannya, Hanan mengakui bahwa sudah banyak pihak yang turun gunung, mulai dari Dinas PU Provinsi, Kodim 0429/Lamtim, hingga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PU.
Ia mengonfirmasi adanya inisiasi “Jembatan Merah Putih” dari pihak Kodam/TNI sebagai solusi darurat. Namun, ia menekankan perlunya kajian teknis yang matang karena lokasi jembatan gantung akan melintasi tanggul sungai milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Dikhawatirkan kalau tidak dipersiapkan dengan baik, tanggul itu diperkuat, justru akan ada persoalan lagi seperti longsor, terutama saat mobilisasi alat berat untuk pembangunan jembatan gantung,” jelasnya.
Hanan mendorong agar pembangunan jembatan darurat ini disegerakan dengan mencari skema “jalan pintas” yang legal, mengingat urgensinya.
“Maksud saya ini kondisinya darurat. Kalau melalui proses tender panjang (akan lama). Nah sekarang dengan pola apa ini supaya segera bisa tertangani. Entah dari Kodam atau BPJN, yang penting dapat disegerakan,” tegas Hanan.
Sorotan Tajam Netizen: Antara Sinis dan Harapan
Kunjungan Hanan Rozak ini memantik reaksi beragam di media sosial Facebook. Di kolom komentar unggahan Abdul Rohman, SH, aroma ketidakpercayaan publik tercium kuat melalui berbagai komentar pedas.
Akun Anton Sujarwo, misalnya, menyindir momentum kunjungan tersebut dengan menulis, “Viral baru muncul..kemarin-kemarin ke mana saja..”
Senada dengan itu, Hilman Darusalam meluapkan kekesalannya dengan berkomentar, “Viral aja baru bergerak…biar keliatan kerja… ke mana aja woy… masa nunggu viral baru kerja.. itu paling dateng cuma pencitraan..”
Kritik serupa juga dilontarkan Hari Winarto yang mempertanyakan kinerja wakil rakyat selama ini. “Harus viral dulu iya baru turun lapangan, selama ini kinerjanya apa iya kok tutup mata tutup telinga,” tulisnya.
Hal ini diperkuat oleh Ramadhan Yusuf Al Hakiki yang menyebut, “Memang harus viral dulu, baru pura-pura sibuk nyari perhatian. Tapi ya mudah-mudahan ada tindakan setelahnya.”
Sementara itu, keraguan akan keseriusan proyek disuarakan Maz Hary yang menuntut bukti nyata. “Buktikan jangan hanya rekayasa,” tulisnya singkat.
Bung Solimin bahkan memberikan peringatan keras agar pembangunan tidak dikerjakan sembarangan. “Tolong kalau dibangun nanti jangan asal-asalan/asal jadi, yang kokoh sekalian… akan diawasi mata-mata/di intel yang kalian tidak akan tau siapa… agar tidak asal bangun,” tegasnya.
Hasan Acong pun turut menimpali agar pejabat lebih sering turun ke lapangan, “Makanya bapak..cek keluar jangan di kursi aja..”
Kekecewaan yang lebih luas diungkapkan Djumhan Anies yang membandingkan kemajuan daerah. “Kok gak malu ya para pejabat Lampung daerahnya tertinggal jauh dengan provinsi-provinsi yang lain di seluruh Indonesia???” tanyanya retoris.
Di sisi lain, dukungan dan harapan juga mengalir dari warganet yang mengapresiasi langkah cepat Hanan Rozak di tengah krisis kepercayaan tersebut.
Syamsi Manju Hamid mengapresiasi langkah politisi Golkar itu dengan berkomentar, “Mantap, adin Hanan ini bisa jadi contoh anggota dewan yang tanggap, peduli & tanggung jawab dengan keluhan masyarakat di Dapilnya.”
Apresiasi juga datang dari Juhairi yang menilai respons cepat ini vital bagi ekonomi warga. “Ini yang mendengar keluhan dari masyarakat langsung tanggap dan respon karena jembatan sebagai mobilisasi untuk perekonomian suatu daerah. ISO kerjo ISO dipercoyo, pancen oye,” tulisnya.
Akun Faulini Arleka juga menaruh harapan besar agar kunjungan ini berbuah hasil nyata. “Ya semoga jangan cuma meninjau aja… Tapi bisa memberikan langkah cepat pembangunan segera,” harapnya.
Janji Perketat Pengawasan
Menanggapi trauma warga akibat kasus korupsi pada proyek sebelumnya, Hanan berjanji akan memperketat fungsi pengawasan.
“Pengawasan harus dilakukan semua pihak. Ada konsultan perencana, pengawas, pelaksana. Kemudian ada aparatur pengawasan dari inspektorat, BPK, BPKP, kepolisian, dan kejaksaan. Itu saya kira perlu diperketat ke depannya,” pungkas Hanan. (HANDRI)

