Info Tulang Bawang

Kritik Tajam Warga: Program MBG Menggala Selatan Dinilai Hanya Bagi-Bagi ‘Jajanan Warung’, Label Gizi Dipertanyakan

​Menggala Selatan Tulang Bawang, Lensa Media – Pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG) di wilayah Menggala Selatan mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, menu yang didistribusikan oleh pihak penyelenggara yang mengatasnamakan “Dapur SPPG Menggala Selatan” dinilai jauh dari standar gizi yang layak dan sekadar membagikan jajanan kemasan.

​Mencuat dari Keluhan Warga

Keluhan ini mencuat ke publik setelah seorang warga mencurahkan kekecewaannya melalui akun Facebook Cahya Witri Handayana pada Senin (9/3/2026) kemarin, dan keluhan tersebut berlanjut hingga Selasa (10/3/2026) hari ini. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan potret paket makanan yang dinilai sangat tidak mencerminkan hasil olahan dapur sehat.

​Menu Minimalis Berlabel Gizi Lengkap

Pada pembagian kemarin, Senin (9/3), warga menerima paket yang hanya berisi sepotong roti kemasan dan susu kotak berukuran kecil. Ironisnya, paket “minimalis” tersebut dilampirkan secarik kertas berisi rincian Informasi Nilai Gizi yang tampak sangat meyakinkan dan terperinci.

​”Di kertas tertera informasi nilai gizi yang lengkap seolah ini adalah makanan yang sudah diperhitungkan untuk kebutuhan gizi. Namun kenyataannya yang diterima hanya roti dan susu kotak kecil! Sekilas justru lebih mirip jajanan yang biasa dijual di warung,” tulis Cahya dalam keluhannya.

​Kekecewaan warga tidak berhenti di situ. Pada pembagian hari ini, Selasa (10/3), menu dari Dapur SPPG Menggala Selatan (Yayasan Rumah Bakat Maruffin) kembali jauh dari harapan. Paket tersebut hanya berisi susu kotak kecil, biskuit kemasan (Goriorio), dan buah jeruk.

​Mempertanyakan Fungsi ‘Dapur’

Masyarakat secara kritis mempertanyakan penggunaan istilah “Dapur” oleh penyelenggara. Idealnya, dapur merupakan tempat di mana bahan mentah diolah dan dimasak menjadi hidangan sehat, bergizi, dan layak konsumsi. Realita di lapangan justru menunjukkan bahwa penyelenggara hanya bertindak sebagai penyalur produk makanan dan minuman ringan buatan pabrik.

​”Sebagai masyarakat saya tentu berharap program yang berkaitan dengan gizi benar-benar dijalankan sesuai tujuan. Karena ketika disebut ‘Dapur’, harapannya ada proses pengolahan makanan yang layak, bukan sekadar membagikan produk kemasan,” tegas Cahya dalam tulisannya.

​Desakan Evaluasi Program

Warga menegaskan bahwa kritik ini dilontarkan bukan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap efektivitas program. Jangan sampai program pemenuhan gizi anak-anak yang menggunakan anggaran negara atau yayasan ini sekadar menggugurkan kewajiban.

​Penyelenggara SPPG Menggala Selatan dituntut untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Program pemenuhan gizi bukanlah hal sepele; ini menyangkut hak masyarakat dan masa depan anak-anak, sehingga pelaksanaannya harus benar-benar dipertanggungjawabkan secara nyata, bukan sekadar angka di atas kertas label.(HANDRI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LENSA MEDIA adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp. 085267923352
E-mail : redaksi.lensamedia@gmail.com

STATISTIK PENGUNJUNG

To Top