Info Tulang Bawang

Krisis Pengawasan Dapur MBG: Roti Berjamur Lolos Dibagikan kepada Siswa SDN Agung Dalam, Tulang Bawang

Banjar Margo Tulang Bawang, Lensa Media — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menjadi asupan sehat bagi generasi penerus justru mengundang kecemasan. Sejumlah siswa di SD Negeri Agung Dalam, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, dilaporkan menerima jatah makanan berupa roti yang sudah dalam kondisi berjamur pada Senin (2/3/2026).

Absennya Pengawasan Mutu

Kejadian ini terungkap dan memicu reaksi keras setelah seorang wali murid, melalui akun Facebook bernama Mahdalena Haryanto, mengunggah bukti foto roti yang dibagikan. Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas sebuah roti kemasan merek “Padi Mas” dengan bercak jamur berwarna hijau pekat di bagian dalamnya.
​Melalui keterangan fotonya, Mahdalena melontarkan kritik tajam mengenai ketiadaan proses Quality Control (QC) atau pengawasan mutu dari pihak penyedia makanan sebelum didistribusikan kepada anak-anak.

“Menu MBG hari ini di SDN Agung Dalam. Saya cuma mau tanya, apa sebelum makanan disajikan atau dibagikan di sekolah tidak ada penelitian terlebih dahulu sehingga ROTI yang sudah BERJAMUR tetap dibagikan?” tulis Mahdalena dalam unggahannya.

​Kelalaian Fatal: Siswa Terlanjur Mengonsumsi

Ketiadaan penyaringan kualitas ini rupanya bukan kejadian tunggal dan membawa dampak yang membahayakan kesehatan siswa.

Di kolom komentar, akun Susi Wati yang mengaku terlibat dalam penyiapan menu makanan membenarkan bahwa banyak keluhan serupa pada hari itu.
​”Iya Mbak, memang hari ini roti itu banyak banget yang komplain berjamur. Aku juga tidak tahu, tugasku bukan di bagian roti, tugasku hanya merebus telur,” akunya.

​Lebih memprihatinkan lagi, seorang wali murid lain dengan akun Andre Gz melaporkan bahwa makanan tidak layak tersebut sudah telanjur masuk ke perut anaknya. “Astaghfirullah,,, anakku malah sudah dimakan,,” tulisnya di kolom komentar.

Sementara itu, akun Nur Malla juga mengekspresikan ketakutannya melihat kelalaian tersebut, “Waduhh…. Kok ngeriii to Mbak”.

Dugaan Manajemen Stok Buruk: “Yang Penting Dibagi”

Insiden ini memunculkan dugaan adanya manajemen stok yang buruk dan pemaksaan distribusi logistik tanpa memedulikan kelayakan konsumsi. Akun Yulie UmmuAghniya Ilmi memberikan kritik pedas terkait fenomena ini. Ia menduga pihak penyedia kehabisan waktu untuk menyortir dan enggan rugi karena sudah terlanjur menyetok dalam jumlah banyak.

“Sepertinya tidak sempat, dan sudah terlanjur dibeli stok banyak jadi mubazir kalau tidak dibagikan. Urusan sampai rumah mau diapakan sama penerima, itu hak masing-masing, yang penting sudah dibagi, beres aman,” sindir Yulie secara sarkastis.

​Ia pun mengajak masyarakat untuk memviralkan kejadian ini agar sampai ke pemilik Dapur MBG sebagai bahan evaluasi dan perbaikan sistem.

Ada pula netizen bernama QiuQiu Miitaa Skj yang menyoroti masalah tanggal kedaluwarsa yang rawan terjadi dalam distribusi massal.

Tuntutan Investigasi dan Evaluasi

Kasus di SDN Agung Dalam ini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan program MBG di daerah. Dapur MBG dan instansi terkait di Kabupaten Tulang Bawang dituntut untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan evaluasi standar kebersihan. Nutrisi anak bangsa bukanlah ajang uji coba, dan kesehatan siswa tidak boleh dipertaruhkan hanya demi memenuhi target distribusi harian.(HANDRI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LENSA MEDIA adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp. 085267923352
E-mail : redaksi.lensamedia@gmail.com

STATISTIK PENGUNJUNG

To Top