Banjar Agung Tulang Bawang, Lensa Media – Pengelolaan Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Berlian Tunggal Warga 01 di Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, kembali menuai sorotan tajam dan kritik pedas dari masyarakat. Pasalnya, distribusi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita di Kampung Tunggal Warga pada hari ini, Kamis (12/03/2026), dinilai menyimpang dari prinsip transparansi dan akuntabilitas anggaran negara. Laporan investigasi Lensa Media mengungkap bahwa kemasan paket menu keringan porsi kecil tersebut kembali didistribusikan tanpa daftar/label harga, bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi publik.
Misteri Tanpa Label Kembali Terulang, Apa yang Disembunyikan?
Melalui pesan WhatsApp yang diterima wartawan Lensa Media, seorang orang tua penerima manfaat balita di Kampung Tunggal Warga, yang meminta namanya dirahasiakan demi keamanan, menyampaikan kekecewaan mendalam. Ia melaporkan bahwa kemasan paket menu MBG porsi kecil hari ini untuk anaknya didistribusikan dalam keadaan “polos”.
”Yang membuat kami sangat kecewa, masalah ketiadaan daftar/label harga yang sebelumnya sempat dipermasalahkan dan viral, kini kembali terulang di Dapur SPPG Berlian Tunggal Warga 01,” keluh orang tua balita tersebut.
“Hari ini kejadian yang sama diulangi lagi. Masih juga nggak ada daftar/label harga pada kemasan porsi kecil tersebut,” imbuhnya dengan nada kecewa.
Kegagalan SPPG 01 dalam Mewujudkan Transparansi Anggaran
Sikap diam dan tidak transparan dari pihak SPPG 01 ini memicu keraguan besar akan komitmen mereka dalam menjalankan program nasional yang mulia ini secara jujur dan bertanggung jawab. Ketiadaan label harga mempersulit pengawasan publik dan akuntabilitas anggaran MBG, yang seharusnya bisa diakses terbuka oleh masyarakat.
”Kondisi ini membuat kami bingung, bagaimana kami bisa mengetahui berapa alokasi anggaran riil per porsi dan apa saja isinya? Ini uang rakyat, harusnya ada transparansi,” tegas narasumber tersebut.
“Kami mempertanyakan, mengapa SPPG 01 berani mengabaikan prinsip transparansi dan justru mengulangi kesalahan fatal terkait label harga? Ini menunjukkan pengelolaan yang tidak profesional dan ketidakpedulian yang berpotensi merugikan penerima manfaat,” ujarnya.
Publik Desak Audit Menyeluruh, Jangan Biarkan Hak Gizi Disunat
Masyarakat Banjar Agung, Tulang Bawang, kini mendesak adanya transparansi dan audit menyeluruh terhadap operasional dapur-dapur MBG, khususnya SPPG Berlian Tunggal Warga 01. Jangan sampai program nasional yang mulia ini justru menjadi ladang baru bagi praktik penggelembungan harga (mark-up) atau penyelewengan anggaran yang merugikan hak gizi anak-anak kita.
Hingga berita ini diturunkan, Lensa Media masih berupaya menghubungi pihak pengelola SPPG Berlian Tunggal Warga 01 untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait perapelan menu dan hilangnya label harga. Masalah ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat di Tulang Bawang, yang berhak mendapatkan informasi yang jelas dan akurat mengenai pelaksanaan program pemerintah di wilayah mereka.(HANDRI)

