Lampung Selatan,www.lensamedia.net — Proses revitalisasi SD Negeri 1 Sidomekar di bawah Program Revitalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan 2025 kini memasuki tahap penting dan membawa harapan baru bagi warga sekolah. Meski bangunan sekolah masih dalam proses pengerjaan dan belum dapat digunakan, suasana antusias tetap terasa. Untuk sement
ara, seluruh kegiatan belajar mengajar dipindahkan gedung yang lama demi memastikan pendidikan tetap berjalan tanpa hambatan. Selasa (16/12/2025)
Kepala Sekolah SDN 1 sidomekar, Khoiriyah, S.Pd.I,M.Pd. Mengatakan bahwa bantuan revitalisasi ini menjadi momentum besar untuk membenahi kebutuhan mendasar sekolah. Ia menilai pekerjaan yang berlangsung saat ini akan memberi perubahan signifikan bagi lingkungan belajar ke depan.
“Bangunan memang belum bisa ditempati, namun progres revitalisasi berjalan baik. Guru dan siswa tetap semangat meski KBM sementara harus dipusatkan di bangunan lama, ” kata Khoiriyah, S.Pd.I,M.Pd.
Menurutnya, walaupun masih menunggu penyelesaian fisik, manfaat program ini sudah mulai terlihat dari perencanaan, desain, hingga peningkatan fasilitas yang akan hadir. Mulai dari ruang kelas yang sepenuhnya direnovasi, perbaikan sanitasi, hingga penataan lingkungan sekolah yang lebih aman dan ramah anak.
Perlengkapan sekolah
Khoiriyah, S.Pd.I,M.Pd.
menegaskan bahwa pihak sekolah menjaga penuh komitmen pada transparansi penggunaan anggaran.
“Seluruh anggaran dikelola terbuka dan diarahkan langsung untuk peningkatan mutu pendidikan. Tidak ada yang keluar dari tujuan utama program, ” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan di sekolahnya. Ketika proses selesai, ruang kelas akan lebih terang dan sehat, halaman sekolah lebih rapi, dan seluruh alur kegiatan belajar mengajar menjadi lebih tertata.
Program ini turut melibatkan guru, komite sekolah, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar yang aktif mengawal proses agar pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Meski begitu, sejumlah tantangan tetap muncul, seperti distribusi material yang terlambat, keterbatasan tenaga kerja, dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Namun berkat koordinasi yang baik dan dukungan berbagai pihak, hambatan-hambatan itu dapat diatasi, ” ungkapnya.
Untuk memastikan kondisi bangunan bertahan lama setelah rampung, sekolah telah menyiapkan pola perawatan berkelanjutan.
“Kami sudah memetakan masa garansi dari penyedia jasa dan merencanakan perawatan berikutnya dengan dukungan dana BOS, ” ujarnya.
Pendampingan dari dinas pendidikan juga menjadi faktor penting dalam kelancaran proyek. Pengawasan terjadwal dilakukan untuk memastikan semua pekerjaan mengikuti standar teknis yang ditetapkan.
Iya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap revitalisasi ini tidak berhenti pada pembangunan fisik saja, melainkan juga mencakup penguatan sarana digital yang dibutuhkan sekolah ke depan.
Perlengkapan sekolah
Program revitalisasi 2025 ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai ketika pemerintah, sekolah, dan masyarakat bergerak dalam satu visi. SDN 1 Sidomekar kini menatap masa depan dengan lebih percaya diri, menunggu saat kembali menempati gedung baru yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.
(Aceng)

