Bandar Lampung,www.lensamedia.net – Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) ke III Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Provinsi Lampung yang dilaksanakan di aula ruang abung komplek perkantoran pemerintah Provinsi Lampung, Rabu (12/12).
Dalam Musda ke-III DPD KWRI Lampung tersebut langsung dihadiri oleh ketua umum (ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KWRI Ozy Sulaiman Sudiro,SH.MSC dan Drs.Haryono dan Agus Prabowo, serta ketua dan anggota DPC KWRI se-Lampung.
Hadir pula dalam kesempatan itu mewakili Kapolda Lampung Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Sulistyaningsih, Kabag Humas dan Komunikasi Publik Pemprov Lampung Heriyansyah mewakili Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo dan para tamu undangan.
Dalam penyampaiannya Margono. Sos, selaku ketua panitia musda menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh panitia yang telah bekerjasama dari awal hingga terlaksananya kegiatan musda.
“Terimakasih pada panita dan juga kepada semua yang telah membantu atas terlaksananya musda ke III DPD KWRI Provinsi Lampung ini, muda mudahan kegiatan ini berjalan sesuai dengan yang sama sama kita harapkan dan mendapatkan hasil keputusan musda yang tentunya terbaik untuk kemajuan KWRI serta untuk Lampung,”pungkas Margono.
Heriyansyah mewakili Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya musda ini yang juga membuka secara resmi musda ke III DPD KWRI Provinsi Lampung, beliapun menyampaikan permohonan maaf Gubernur Lampung yang dalam kesempatan ini tidak bisa mengikuti kegiatan dikarenakan sedang dinas luar.
“Atas nama pemerintah Provinsi Lampung saya sangat mengapresiasi atas terlaksananya musda ke III DPD KWRI Lampung, semoga musda ini berjalan lancar dan dapat memperoleh keputusan terbaik dan dapat meningkatkan kuwalitas serta kinerja kinerja insan pers terkhusus di tubuh KWRI yang sekaligus juga menumbuhkan eksistensi KWRI di Provinsi Lampung.
Pers memiliki peran penting dan strategis sebagai dimensi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara juga sebagai control sosial yang efektip sarana membangun hidup masyarakat serta media menyampaikan informasi yang cerdas dan kritis yang tertuang dalam undang undang tentang pers.
Untuk itu dalam kemasyarakatan pers memiliki tanggung jawab yang sangat besar kepada masyarakat, jika pemerintah melakukan berbagai macam tindakan penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat maka pers harus hadir untuk membela masyarakat namaun bila negara mendapat ancaman maka perspun harus mengawalnya,”ujar Heriyansah dalam membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung.
Ketum KWRI Ozy Sulaiman Sudiro,SH.MSC dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih pula kepada pemerintahan setempat yang mana telah sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini.
“Saya berharap dalam musda ini dapat membuka kembali semangat juang kita didalam meneruskan dan meluruskan kemerdekaan pers yang indipenden profesional berpegang teguh pada nilai nilai kebenaran sebagai amanah reformasi amanah demokrasi untuk mengembalikan citra martabat harga diri bangsa pers Pnacasila maka acara musda ini ada artinya. Saya juga berharap pengurus nanti dapat melahirkan bibit bibit yang militan, yang aktivisi, yang penuh dengan kritis namun konstuksif, karna kita tau sepanjanag sejarah KWRI adalah organisasi pejuang karena kita adalah seorang pejuang dan bukan orang yang di perjuangkan,”ujar Ozy.
Setelah kegiatan Musda ke-III DPD KWRI Lampung secara resmi dibuka maka dilanjutkan dengan rapat pleno pemilihan ketua DPD KWRI Lampung. Dalam hal ini ada dua orang kandidat yang mencalonkan diri untuk menjadi ketua DPD KWRI Lampung yaitu Munzir yang sebelumnya sebagai ketua DPC KWRI Tanggamus dan Mega Utama yang juga sebagai sekertaris DPC KWRI Pringsewu.
Sidang rapat pleno di pimpin oleh Drs. Haryono beserta anggota lainya, dari ke dua kandidat calon tersebut setelah menyerahkan berkas pada pimpinan sidang dan setelah melewati tahapan tahapan sidang sampailah ke penyampaian misi – visi. Untuk yang pertama Munzir menyampaikan misi -visinya untuk kepemimpinannya kedepan jika terpilih. Setelah itu Mega Utama, namun dalam penyampaian Mega Utama sangat mengejutkan, yang mana dalam hal ini Mega Utama mengutarakan bahwa Ia dengan hormat untuk mengundurkan diri dari pencalonan sebagai ketua DPD KWRI Lampung dengan alasan masih banyak tugas dan pekerjaan yang belum terselesaikan di DPC KWRI Pringsewu.
“Sebelumnya saya mengucapkan mohon maaf, yang mana saya menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan ini, karena mengingat dan mempertimbangkan masih banyak tugas yang belum kami selesaikan di DPC KWRI Pringsewu, jadi artinya saya mundur pak ketua sidang dengan segala pertimbangan,”pungkas Mega Utama.
Dengan pengunduran dari salah satu calon maka akhirnya sesuai dengan peraturan maka ditentukanlah pilihan decara aklamasi dan ketua sidang memutuskan Munzir yang menjadi ketua DPD KWRI Lampung priode 2018-2023.
Munzir dalam sambutannya mengajak semuan pihak pengurus KWRI se Provinsi Lampung untuk bahu membahu bekerjasama membesarkan KWRI, karena KWRI tidak akan berkembang tanpa dukungan dan kerjasama seluruh pengurus.(yuda)

