Info Tulang Bawang

Diduga Selewengkan Dana BOS, DPD BAIN HAM RI Tulang Bawang Akan Segera Laporkan Oknum Kepala Sekolah Ke APH

Tulang Bawang, Lensa Media – Dewan Pimpinan Daerah Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (DPD BAIN HAM RI) Kabupaten Tulang Bawang kembali mencium aroma adanya dugaan korupsi dalam penggunaan dan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 2 Ringin Sari Kecamatan Banjar Margo.

Menurut Ketua DPD BAIN HAM RI Tulang Bawang Handri, dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diduga dilakukan oknum kepala sekolah SD Negeri 2 Ringin Sari segera akan dilaporkan ke APH.

”Kami telah siapkan bukti. ada indikasi kuat dana bos SDN 2 Ringin Sari diselewengkan. Jadi kami dalam waktu dekat akan melaporkannya ke Aparat Penegak Hukum (APH),” ucap Handri kepada awak media dikantornya, Kamis (27/06/2024).

Dari hasil investigasi timnya lanjut Handri, adanya dugaan penyelewengan anggaran dana BOS di SDN 2 Ringin Sari sangat nampak sekali yaitu dari pembelanjaan buku teks Mata Pelajaran Kurikulum Merdeka, untuk kelas 1, 2, 4 dan kelas 5 buku mata pelajaran (MAPEL) yang hingga sampai saat ini tidak bisa maksimal dipergunakan oleh siswa untuk belajar disekolah dan dirumah, padahal dalam hal ini untuk pembelian buku MAPEL Kurikulum Merdeka (KM) oleh kementerian pendidikan sudah di anjurkan secara bertahap, untuk tahun anggaran 2023 pihak sekolah khususnya SD agar membeli buku MAPEL KM untuk kelas 1 dan kelas 4, sementara untuk tahun anggaran 2024 pembelian buku MAPEL KM untuk kelas 2 dan 5, terus untuk kelas 3 dan 6 nanti di dibelikan ditahun anggaran 2025.

“Kalau kita simak dengan apa yang dijelaskan oleh kepala sekolah SDN 2 Ringin Sari Nurhayati, S.Pd, ini jelas ada unsur kesengajaan dengan alasan yang kurang masuk akal karena jumlah guru honornya banyak sehingga tidak bisa maksimal membeli buku untuk siswa. Udah jelas-jelas jumlah siswanya banyak kok hanya membeli buku KM 25 buku per mata pelajaran untuk masing-masing kelas padahal dana BOS yang diterima dan dikelola oleh pihak sekolah pertahunnya sangat besar yaitu berkisar Rp 207 juta rupiah,” ungkap Handri.

Dalam hal ini kata Handri, DPD BAIN HAM RI Tulang Bawang sangat berharap kepada APH agar bisa mengusut tuntas dengan adanya dugaan penyelewengan dalam pengelolaan dana BOS di SD Negeri 2 Ringin Sari, karena dampak dari itu hingga saat ini para siswa kesulitan dalam menyerap pelajaran, hal tersebut disebabkan tidak maksimalnya para siswa belajar disekolah dan dirumah akibat keterbatasan buku mata pelajaran,” ucapnya.

Handri menambahkan, “kami juga berharap ke depannya kepada Dinas Pendidikan Tulang Bawang agar melakukan pengawasan ekstra terkait penggunaan dan pengelolaan dana BOS di sekolah-sekolah baik SD ataupun SMP, jika ada penyimpangan dan penyelewengan yang dilakukan oleh kepala sekolah, Disdik segera mencopot Kepala Sekolah bersangkutan.” Pungkasnya.(Tim)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LENSA MEDIA adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp. 085267923352
E-mail : redaksi.lensamedia@gmail.com

STATISTIK PENGUNJUNG

To Top