Tulang Bawang, Lensa Media – Ketegangan terkait sengketa lahan di Rawa Isenpatow Bonow akhirnya menemui titik terang. Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, S.H., S.I.K., M.H., mengambil langkah berani dengan turun langsung ke lokasi konflik di areal HGU PT. Indo Lampung Perkasa (ILP), Kabupaten Tulang Bawang, Kamis (15/01/2026).
Langkah “jemput bola” ini dilakukan untuk meredam potensi gesekan antara warga dari tiga Kampung Bakung (Bakung Udik, Bakung Ilir, dan Bakung Rahayu) dengan pihak perusahaan. Kehadiran jenderal bintang dua ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir untuk memberikan solusi yang adil dan bermartabat.
Dialog di Atas Kursi Panas
Rangkaian mediasi dimulai sejak pukul 10.45 WIB melalui rapat koordinasi lintas sektoral di Presisi Lounge Polres Tulang Bawang. Kapolda secara tegas menyatakan bahwa Polri berdiri di atas keadilan, bukan keberpihakan.
“Penyelesaian konflik agraria harus dilakukan secara bermartabat dan mengedepankan dialog. Tidak boleh ada gesekan, apalagi kekerasan,” tegas Irjen Pol Helfi Assegaf di hadapan unsur Forkopimda, TNI, dan perwakilan ATR/BPN.
Komitmen Nyata di Lapangan
Tak hanya duduk di meja rapat, pada pukul 14.20 WIB, Kapolda bersama rombongan menembus medan menuju lahan Isenpatow Bonow untuk menemui langsung sekitar 40 warga yang menduduki lokasi. Di bawah terik matahari, dialog hangat tercipta.
Kapolda memberikan tiga jaminan konkret untuk menuntaskan persoalan ini:
- Pengukuran ulang batas HGU yang akan dijadwalkan pada Senin mendatang.
- Verifikasi transparan terhadap berkas perpanjangan HGU oleh ATR/BPN.
- Pelibatan masyarakat dalam memantau setiap proses penyelesaian agar berjalan objektif.
Pendekatan humanis ini membuahkan hasil. Masyarakat yang sebelumnya bertahan di lokasi, akhirnya bersedia membubarkan diri secara sukarela setelah merasa aspirasi mereka didengar langsung oleh pimpinan tertinggi kepolisian di Lampung tersebut.
“Kami mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Bapak Kapolda yang mau terjun langsung membantu kami warga Bakung. Kami percaya sepenuhnya proses ini akan berjalan adil,” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada haru.
Menutup rangkaian kegiatannya, Kapolda Lampung menegaskan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat adalah kunci stabilitas. Polri berkomitmen untuk memastikan konflik lahan tidak menjadi api dalam sekam yang merugikan produktivitas daerah maupun hak-hak masyarakat.
Hingga Kapolda meninggalkan lokasi pada pukul 15.10 WIB, situasi di Kecamatan Gedung Meneng dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.(HANDRI)

