Tulang Bawang, Lensa Media – Kelambanan birokrasi dalam merespons krisis infrastruktur publik seringkali memaksa aparatur di tingkat bawah untuk “putar otak” mencari solusi darurat demi keselamatan warganya, seperti yang terjadi di Kampung Warga Indah Jaya, Kecamatan Banjar Agung, di mana janji perbaikan jalan kabupaten sepanjang 800 meter dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang nyatanya tak bisa langsung dinikmati hari ini, sehingga memaksa Kepala Kampung setempat turun tangan mengais bantuan dari pihak swasta untuk sekadar menutupi lubang maut.
Sambil menunggu realisasi janji pemerintah daerah yang entah kapan alat beratnya akan benar-benar bekerja, Kepala Kampung Warga Indah Jaya, Nyoman Jata, mengambil inisiatif mandiri dengan mendatangi sejumlah pengusaha lapak singkong untuk meminta donasi material batu.
Ironisnya, bantuan untuk menyelamatkan urat nadi ekonomi warga Tulang Bawang ini justru mengalir dari pengusaha di wilayah kabupaten tetangga. Melalui pesan WhatsApp kepada Lensa Media pada Senin (02/02/2026),
Nyoman Jata mengabarkan bahwa material batu tersebut telah tiba di lokasi berkat donasi dari Lapak Singkong Anugrah yang dikelola oleh Kadek Was, seorang pengusaha asal Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Klarifikasi Tegas: Bukan Bantuan Pemerintah
Langkah taktis yang diambil oleh Pemerintah Kampung ini secara tidak langsung menjadi tamparan telak bagi Pemkab Tulang Bawang. Nyoman Jata secara terang-terangan memberikan klarifikasi terkait asal-usul material batu tersebut agar masyarakat tidak salah kaprah dan menganggapnya sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah.
”Kenapa ini saya jelaskan, jangan nanti dikira pengguna jalan atau masyarakat Kampung Warga Indah Jaya ini bantuan dari Pemkab. Ini batu bukan dari pemerintah daerah ataupun pusat,” tegas Nyoman.
Ia menekankan bahwa material tersebut murni hasil kerja keras dan negosiasi alotnya dengan pihak perusahaan. Hal ini dilakukan murni karena kondisi jalan yang sudah sangat membahayakan pengguna kendaraan.
”Sementara menunggu pembangunan yang dijanjikan Pemkab Tulang Bawang, kita berusaha mendatangi setiap lapak singkong untuk minta bantuan batu buat nutupin lubang yang parah,” tambahnya.
Lebih Pilih Batu Jalan Daripada Jatah THR
Komitmen untuk memprioritaskan kepentingan warga di atas kepentingan pribadi juga ditunjukkan Nyoman dalam melobi para pengusaha. Di saat pendekatan kepada perusahaan seringkali berkonotasi pada permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk oknum tertentu, ia justru menukar “jatah” tersebut dengan material bangunan.
”Atas kerja keras negosiasi kepada beberapa perusahaan atau lapak singkong, daripada kita minta THR, enak kita minta batu buat nutupin lubang berjalan,” ujar Nyoman dengan lugas.
Inisiatif penambalan jalan secara swadaya ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat butuh tindakan keselamatan hari ini, bukan sekadar janji perbaikan bertahap di masa depan.
Aksi “gerilya” sang Kepala Kampung kini menjadi pekerjaan rumah memalukan bagi Pemkab Tulang Bawang untuk segera mempercepat realisasi perbaikan jalan yang layak, berkualitas, dan permanen.(Handri)

