Info Tulang Bawang

Menanti Tiga Dekade, Akankah Perbaikan Jalan Rawa Pitu Menjadi Solusi Permanen?

​Rawa Pitu Tulang Bawang, Lensa Media – Setelah sekian lama menjadi sorotan dan berkali-kali viral di berbagai platform media sosial, keluhan masyarakat Kecamatan Rawa Pitu terkait hancurnya infrastruktur jalan akhirnya membuahkan hasil. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung ke ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir pada Selasa (3/3/2026).

​Kunjungan ini menandai dimulainya langkah konkret pemerintah untuk mengakhiri masa penantian warga yang telah berlangsung selama tiga dekade. Meski langkah ini dinilai terlambat bagi wilayah yang menyandang status lumbung pangan, kehadiran Gubernur Mirza membawa secercah harapan bagi perbaikan urat nadi ekonomi di sana.

​Potensi Besar yang Terhambat Lumpur

​Kecamatan Rawa Pitu merupakan penghasil utama padi, sawit, dan karet di Lampung. Namun, ironinya, jalur distribusi utama ini kerap lumpuh total, terutama saat musim penghujan. Gubernur Mirza mengakui bahwa perbaikan ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan tentang martabat ekonomi petani.

​“Kita ingin jalan ini segera diperbaiki agar harga komoditas tetap terjaga dan masyarakat bisa lebih sejahtera,” ujar Gubernur dalam kunjungannya.

Ia menjanjikan alokasi anggaran sekitar Rp130 miliar untuk tahap awal sepanjang 13,5 kilometer di tahun 2026 ini.

​Ekspektasi Masyarakat: Jangan Sekadar Seremonial

​Di sisi lain, masyarakat lokal menyambut rencana ini dengan sikap “optimisme yang waspada”. Pengalaman pahit selama 30 tahun melintasi jalanan berkubang lumpur membuat warga berharap proyek ini benar-benar tuntas hingga 2027, bukan sekadar janji politik atau respons sesaat karena viral.

​”Kami sudah kenyang dengan janji, tapi kali ini kami ingin melihat aspal atau beton itu benar-benar mengeras di bawah ban truk kami,” ujar warga yang merupakan salah satu petani padi setempat. “Selama ini, setiap musim panen, keuntungan kami habis hanya untuk ongkos angkut yang membengkak karena mobil sering terjebak lumpur. Kalau jalan ini jadi, itu baru namanya kemerdekaan bagi kami.”

​Tantangan Efektivitas dan Pengawasan

​Pemerintah merencanakan pengerjaan secara bertahap dengan kombinasi betonisasi dan penguatan lapisan dasar (base). Langkah percepatan lelang yang diambil Pemprov Lampung menjadi catatan positif, namun efektivitas pengerjaan di lapangan tetap menjadi ujian utama.

​Dengan target penyelesaian menyeluruh pada tahun 2027, mata publik kini tertuju pada Rawa Pitu. Apakah proyek miliaran rupiah ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Tulang Bawang, ataukah akan kembali menjadi catatan panjang infrastruktur yang terabaikan jika pengawasan di lapangan kendur?(Handri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LENSA MEDIA adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp. 085267923352
E-mail : redaksi.lensamedia@gmail.com

STATISTIK PENGUNJUNG

To Top