Tulang Bawang, Lensa Media – Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) 002 Banjar Agung, A. Ilham Paisal, S.H., memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video viral di media sosial Facebook yang diunggah oleh akun Facebook Kakam Warga Indah Jaya, yang merupakan Kepala Kampung Warga Indah Jaya Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.
Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Ilham Paisal pada Kamis (05/03/2026), dengan didampingi oleh Ahli Gizi Yeni Andriani, S.Gz., dan Akuntan Ahnas Abi Hamsyah, S. Akun. Langkah ini diambil guna meluruskan tudingan yang menyebutkan bahwa menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sesuai anggaran dan berisiko bagi kesehatan siswa.
Menepis Narasi Penolakan
Menanggapi unggahan tertanggal Rabu, 4 Maret 2026, yang berisi pernyataan penolakan keras terhadap masuknya program MBG ke Kampung Warga Indah Jaya, Ilham Paisal menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya akurat.
”Kami dari SPPG 002 Banjar Agung mengklarifikasi atas beredarnya video yang viral kemarin pada tanggal 4 Maret 2026. Dalam video tersebut dinyatakan bahwa menu kami tidak sesuai dengan anggaran. Saya tegaskan, menu kami tersebut sudah sesuai dengan anggaran dan mengandung nilai gizi yang tepat,” ujar Ilham Paisal, Kamis (05/03/2026).
Rincian Kandungan Gizi Menu
Dalam keterangannya, pihak SPPG membedah komponen makanan yang menjadi objek kritik dalam video tersebut. Berdasarkan tinjauan ahli gizi yang mendampingi, menu yang dibagikan telah memenuhi unsur karbohidrat, protein, dan vitamin.
Adapun rincian menu yang sempat viral tersebut terdiri dari:
- Karbohidrat: Bersumber dari kentang.
- Protein Nabati: Bersumber dari tahu.
- Protein Hewani: Daging ayam yang diolah sebagai isian tahu.
- Vitamin/Buah: Terdiri dari anggur dan jambu biji.
Kepatuhan Anggaran dan Evaluasi
Didampingi oleh akuntan internal, Ilham Paisal juga memastikan bahwa setiap butir menu yang disediakan telah melalui proses perhitungan biaya yang akuntabel sesuai dengan pagu anggaran yang ditetapkan pemerintah.
”Penyusunan menu ini tidak dilakukan sembarangan. Ada perhitungan akuntansi untuk memastikan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas gizi yang dibutuhkan oleh generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Sebelumnya, sebuah akun Facebook milik Kakam Warga Indah Jaya mengunggah video yang menolak keras program MBG dan meminta penghentian distribusi sebelum ada evaluasi menyeluruh.
Pihak SPPG berharap dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat tidak lagi merasa khawatir dan program penguatan gizi nasional ini dapat berjalan kembali dengan dukungan dari seluruh aparatur kampung demi kesehatan anak-anak sekolah di wilayah Banjar Agung.(HANDRI)

