Tulang Bawang, Lensa Media – Tragedi kemanusiaan menimpa puluhan warga di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba). Sebanyak 35 orang, yang didominasi anak sekolah, balita, hingga seorang lansia, harus menjalani perawatan intensif akibat keracunan setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (24/2/2026).
Para korban yang merupakan murid SDN Kibang dan warga sekitar dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah usai menyantap menu berupa telur asin, roti, dan jeruk. Hingga Rabu (25/2/2026), puluhan pasien masih ditangani medis dengan pemasangan infus di RSUD Menggala dan Menggala Medical Center.
Respons Cepat Satgas MBG
Menyikapi kejadian tersebut, Tim Satgas MBG Kabupaten Tulang Bawang yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ferli Yuledi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Menggala Tengah di Yayasan Riyadussholihin Al Hannan pada Rabu pagi.
“Kami minta ke depan semua SPPG harus menerapkan SOP dan regulasi dengan ketat agar kejadian fatal seperti ini tidak terulang,” tegas Ferli Yuledi atau yang akrab disapa Bing saat meninjau dapur produksi.
Izin Operasional Belum Lengkap
Dalam sidak tersebut, terungkap fakta bahwa SPPG Menggala Tengah ternyata belum mengantongi Sertifikat Layak Higienis Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Tulang Bawang. Kepala SPPG Menggala Tengah, Fajri, mengakui pihaknya telah mengajukan permohonan, namun izin belum terbit karena diduga ada persyaratan yang belum terpenuhi.
Padahal, dapur ini mengelola porsi besar mencapai 3.912 penerima manfaat, yang terdiri dari 3.712 anak sekolah serta 200 kelompok balita, ibu hamil, dan menyusui (B3).
Penutupan Sementara
Atas rekomendasi dari Tim Pemantau dan Pengawas Badan Gizi Nasional (BGN), aktivitas di dapur SPPG Menggala Tengah resmi dihentikan untuk sementara waktu.
“BGN telah mengeluarkan surat rekomendasi pemberhentian operasional sampai waktu yang belum ditentukan. Kami akan terus berkoordinasi untuk pengawasan ketat. Jika belum memenuhi syarat, dapur jangan dipaksakan beroperasi,” tutup Korwil SPPG Tuba, Faisal.(Handri)

