kriminal

Skandal Dapur Makan Bergizi Gratis Lampung Timur: Oknum Ahli Gizi Terjerat Kasus Pencabulan, Mutu Program Dipertanyakan

​Lampung Timur, Lensa Media — Bagaimana mungkin program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa menjamin kesehatan dan masa depan anak bangsa, jika oknum ahli gizi yang menjadi garda terdepannya justru diduga kuat sebagai predator anak? Krisis pengawasan dan moralitas ini mencoreng wajah program pemerintah menyusul terungkapnya kasus kekerasan seksual di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur.

​Seorang pria berinisial DDK, yang berstatus sebagai Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di bawah Kementerian Pertahanan dan Badan Gizi Nasional, ditangkap pihak kepolisian pada Selasa (3/3/2026). DDK, yang bertugas memastikan asupan gizi yang aman di salah satu Dapur MBG Purbolinggo, diduga kuat menculik dan mencabuli seorang anak perempuan di bawah umur berinisial ADA (9).

​Dugaan kejahatan ini terjadi pada 30 Januari 2026. Keluarga korban yang terpukul segera melayangkan laporan ke polisi pada 1 Februari 2026, yang tercatat dengan nomor laporan LP / B / 1 / II / 2026 / SPKT / POLSEK PURBOLINGGO / POLRES LAMPUNG TIMUR / POLDA LAMPUNG.

​Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Tekab 308 Presisi Polsek Purbolinggo berkolaborasi dengan Tim Tekab 308 Presisi Sat Reskrim Polres Lampung Timur melakukan pengejaran. Melalui Operasi Cempaka 2026, tersangka DDK akhirnya berhasil diringkus di depan sebuah minimarket di kawasan Taman Asri, Purbolinggo.

​Trauma Mendalam pada Korban

​Tindakan tersangka meninggalkan luka psikologis yang sangat berat bagi korban. STM, ayah kandung ADA, membeberkan bahwa putrinya kini hidup dalam ketakutan yang luar biasa.

​”Setelah kejadian itu, ADA selalu merasa takut dan trauma. Saat ini ia tidak berani beraktivitas di luar rumah sendirian. Ia juga menjadi sangat ketakutan setiap kali bertemu dengan laki-laki dewasa yang tidak ia kenal,” ungkap STM.

​Gangguan psikis yang dialami ADA bahkan terbawa hingga waktu istirahatnya. “Setiap tidur, ADA sering mengigau berteriak ‘Aku takut’ sambil menangis. Ketika sedang sendiri, ia sering melamun karena terus teringat peristiwa kelam itu,” tambah STM dengan nada prihatin.

​Dapur Tetap Beroperasi Tanpa Pengawasan, Tuai Kritik Keras

​Kasus ini memicu alarm tanda bahaya dari para orang tua murid terkait standar operasional program MBG. Setelah DDK diamankan oleh kepolisian, Dapur MBG di Purbolinggo diketahui tetap mendistribusikan makanan seperti biasa, ironisnya tanpa ada pengawasan dari ahli gizi pengganti.

​Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya menyoroti kelalaian ini dengan tajam.

​”Meski oknum ahli gizinya sudah ditangkap, dapur MBG itu tetap beroperasi seperti biasa tanpa pengawasan ahli gizi yang baru. Pertanyaan saya, apakah tidak berbahaya makanan-makanan itu diberikan kepada anak-anak kita tanpa takaran dan pengawasan orang yang kompeten?” keluhnya.

​Hingga berita ini diterbitkan, belum ada satu pun klarifikasi atau pernyataan resmi dari pihak SPPI maupun penanggung jawab Dapur MBG terkait skandal yang menjerat oknumnya, maupun solusi terkait kekosongan pengawasan gizi di lokasi tersebut.(HNI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LENSA MEDIA adalah portal berita online dengan ragam berita terkini, lugas, dan mencerdaskan.

KONTAK

Alamat Redaksi : Jl.Batin Putra No.09-Tanjung Agung-Katibung-Lampung Selatan
Telp. 085267923352
E-mail : redaksi.lensamedia@gmail.com

STATISTIK PENGUNJUNG

To Top