Banjar Agung Tulang Bawang, Lensa Media – Polemik mengenai rincian harga paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi oleh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Berlian Tunggal Warga di Kecamatan Banjar Agung memasuki babak baru. Meski sempat memberikan pembelaan singkat, pihak pengelola justru memilih bungkam saat dimintai penjelasan lebih mendalam terkait rincian harga menu yang dianggap tidak wajar oleh publik.
Dalih Bahan “Premium” di Balik Onde-Onde Rp 2.200
Melalui pesan WhatsApp pribadinya pada Selasa (10/03/2026), Kepala SPPG Berlian Tunggal Warga, Tardania, memberikan sanggahan terkait harga satu butir onde-onde yang mencapai Rp 2.200. Ia berdalih bahwa kualitas bahan baku yang digunakan jauh berbeda dengan produk yang beredar di pasar tradisional pada umumnya.
“Itu kualitasnya pak yang bagus karena bahannya tidak seperti yang harga seribuan yang di pasaran. Bahannya premium… Biasa pake tepung maizena, itu pake kentang,” tulis Tardania dalam pesan singkat kepada wartawan Lensa Media.
Pembelaan tersebut seolah menegaskan bahwa penggunaan kentang sebagai pengganti maizena menjadi alasan utama melonjaknya harga kudapan tradisional tersebut hingga dua kali lipat dari harga pasaran di wilayah Tulang Bawang.
Bungkam Saat Disinggung Harga Kurma dan Susu
Namun, sikap kooperatif Tardania mendadak berubah saat wartawan Lensa Media mencoba melakukan penajaman informasi demi keseimbangan berita. Ketika ditanya mengenai alasan di balik harga kurma yang dipatok Rp 2.000 per paket kecil dan harga susu UHT sebesar Rp 3.500, Kepala SPPG tersebut tidak lagi memberikan respons.
Hingga berita ini diturunkan, pertanyaan mengenai dasar penentuan harga dua komponen tersebut tetap tidak terjawab. Sikap diam ini justru memperkuat kecurigaan publik terkait adanya indikasi mark-up atau penggelembungan harga pada item-item lain dalam paket menu tersebut yang sebelumnya telah viral di platform Facebook sejak Senin (09/03/2026).
Antara Kualitas Premium dan Pagu Anggaran
Sikap tidak transparan ini dinilai mencederai semangat akuntabilitas program nasional MBG. Seperti diketahui, anggaran per porsi mencapai Rp 15.000, di mana setelah dipotong biaya operasional dapur sebesar Rp 5.000 (untuk listrik dan lain-lain), tersedia alokasi bersih untuk makanan.
Anggaran bersih tersebut adalah Rp 10.000 untuk siswa kelas 4 SD sampai SMA, serta Rp 8.000 untuk anak kelas 3 SD hingga PAUD. Melihat total nilai pada label yang hanya sebesar Rp 7.700, kuat dugaan menu tersebut adalah jatah untuk kategori Balita atau PAUD hingga SD kelas 3.
Namun, publik mempertanyakan jika onde-onde diklaim menggunakan bahan “premium”, lantas mengapa total nilai keseluruhan paket tetap berada di bawah pagu anggaran Rp 8.000? Kegagalan Tardania dalam menguraikan rincian harga satu per satu menu keringan tersebut kini memicu desakan audit menyeluruh agar program ini tidak menjadi ajang mencari keuntungan pihak tertentu. (HANDRI)

