Banjar Agung Tulang Bawang, Lensa Media – Pelaksanaan program andalan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), tampaknya masih menyimpan segudang masalah. Belum reda ingatan publik soal viralnya unggahan akun Memey Maniez terkait menu memprihatinkan dari SPPG Tunggal Warga 02, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung beberapa waktu lalu, kini keluhan serupa kembali mencuat. Buruknya kualitas makanan yang disajikan seolah menunjukkan bahwa teguran sebelumnya tidak mempan dan pengawasan di lapangan masih sangat lemah.
Jeruk Menghitam dan Lauk “Serundeng”
Kejadian terbaru ini dibagikan oleh seorang wali murid melalui akun Facebook Ny Rini Sugiyanto pada Kamis (12/3/2026). Dalam unggahannya, ia membagikan potret menu MBG yang diterima oleh anaknya di SD 01 Dwi Warga Tunggal Jaya (DWT Jaya).
Foto tersebut memperlihatkan pemandangan yang jauh dari kata menggugah selera untuk anak-anak. Terlihat sebuah jeruk dengan kulit yang sudah memar menghitam, berdampingan dengan sebutir telur rebus dan sebungkus roti bantal biasa. Lebih mirisnya lagi, Rini juga mengeluhkan lauk pendamping yang akhir-akhir ini sering didapatkan oleh sang anak.
“MBG anakku SD 01 DWT Jaya jeruknya ya Allah, sekarang sering benar dapat kelapa yang disangrai apalah serundeng,” keluhnya melalui media sosial.
Dapur Penyedia SPPG Tunggal Warga 02 “Etanol” Turut Disorot
Kekecewaan wali murid ini ternyata tidak berhenti sampai di situ. Sehari berselang, tepatnya pada Jumat (13/3/2026), akun Ny Rini Sugiyanto kembali menyuarakan keresahannya. Kali ini, ia langsung merespons dan memberikan komentar pada unggahan Facebook akun milik pribadi wartawan Lensa Media, Bunk Hend Ajja.
Dalam komentarnya, sang ibu secara blak-blakan menyebutkan nama dapur penyedia makanan tersebut agar segera ditindaklanjuti.
“MBG SD 01 DWT Jaya Lampung Tulang Bawang dapur Etanol. Lihatlah kulit jeruknya Pak, dan sekarang ini sering juga dapat yang namanya serundeng kelapa sangrai. MBG anak kelas 3 SD ini,” lapornya secara gamblang. Keberanian warga melapor langsung kepada awak media ini menjadi bukti nyata bahwa orang tua mulai jengah dengan kualitas gizi yang diberikan kepada anak mereka.
Butuh Tindakan Tegas, Bukan Sekadar Formalitas
Munculnya kembali kasus ini memancing tanda tanya besar terkait standar kelayakan pangan program MBG di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Jika menu yang disajikan untuk anak dalam masa pertumbuhan hanya berupa roti, lauk seadanya seperti serundeng, dan buah yang kondisinya dipertanyakan, maka tujuan negara untuk mencetak generasi cerdas dan sehat jelas jauh panggang dari api.
Kasus yang terus berulang ini menuntut tindakan tegas dari dinas pendidikan setempat, tim pengawas MBG, hingga aparat penegak hukum. Harus ada audit dan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan dapur-dapur penyedia makanan, termasuk Dapur Etanol. Jangan sampai anggaran raksasa dari pemerintah pusat yang ditujukan untuk kesejahteraan anak-anak, justru disalahgunakan untuk meraup keuntungan sepihak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.(HANDRI)

